September 30, 2020

Ketahui Jenis Gangguan Menstruasi yang di Alami Wanita

Jenis Gangguan Menstruasi yang di Alami Wanita

Masalah menstruasi ialah abnormalitas yang berlangsung di siklus menstruasi. Ada bermacam masalah menstruasi yang dapat dirasakan wanita, ketika dari darah haid yang begitu sedikit atau sering, ngilu haid, sampai stres mendekati menstruasi atau premenstrual dysphoric disorder. Yuk, ketahui tanda-tanda serta pemicunya dengan penjelasan di bawah ini!

Siklus menstruasi yang normal berlangsung tiap 21-35 hari, dengan lama menstruasi seputar 4-7 hari. Tetapi kadang, siklus menstruasi ini dapat terusik.

Masalah menstruasi dapat berbentuk perdarahan menstruasi yang begitu banyak atau begitu sedikit, siklus menstruasi yang tidak teratur, menstruasi yang berlangsung lebih dari pada 7 hari, tidak menstruasi lebih dari pada 3 bulan, atau serta belum pernah haid benar-benar.

Masalah menstruasi dapat juga dibarengi dengan keluh kesah berat, layaknya ngilu serta kram kronis, sampai stres mendekati menstruasi.

 

Tipe-Jenis Masalah Menstruasi yang Mesti Kamu Cermati

Selain bisa menggangu kesibukan setiap hari, beberapa macam masalah menstruasi mesti dicermati sebab bisa tingkatkan efek permasalahan kesuburan. Masalah menstruasi yang biasa berlangsung bisa dipisah jadi 5 tipe, yakni:

 

1. Amenorea

Amenorea dipisah jadi dua, yakni amenorea primer serta sekunder. Amenorea primer ialah situasi dimana seorang wanita benar-benar belum alami haid sampai 16 tahun.

Sedang amenorea sekunder ialah situasi dimana seorang wanita umur subur yang sedang tidak hamil serta sempat menstruasi awalnya, stop memperoleh menstruasi semasa 3 bulan atau bisa lebih.

Ke-2 tipe amenorea ini mempunyai pemicu yang lain. Amenorea primer bisa dikarenakan oleh abnormalitas genetik, masalah otak yang mengendalikan hormon menstruasi, atau permasalahan di indung telur (ovarium) atau rahim.

Sedang pemicu amenorea sekunder ialah:

  • Kehamilan.
  • Menyusui.
  • Menopause.
  • Pengurangan kelebihan berat badan.
  • Penyakit spesifik, layaknya penyakit tiroid, polycystic ovarian syndrome (PCOS), serta tumor otak dibagian kelenjar pituitari atau hipofisis.
  • Masalah rahim, layaknya miom atau polip dengan rahim.
  • Depresi berat.
  • Efek beberapa obat, layaknya kemoterapi, obat penunda haid, serta antidepresan.
  • Pemakaian kontrasepsi, layaknya pil KB, KB suntik, serta IUD.

Disamping itu, kekurangan gizi atau malnutrisi serta olahraga yang terlalu berlebih dapat juga mengakibatkan wanita alami amenorea.

 

2. Dismenorea

Dismenorea ialah situasi dimana wanita alami ngilu waktu menstruasi, biasanya di hari pertama serta ke-2 haid. Tanda-tandanya berbentuk ngilu atau kram di perut sisi bawah yang terus berjalan, serta kadang menebar sampai ke punggung bawah dan paha. Rasa ngilu itu dapat juga dibarengi sakit di kepala, mual, serta muntah.

Dismenorea ini dapat berlangsung sebab kandungan hormon prostaglandin yang tinggi waktu hari pertama haid. Sesudah beberapa waktu, hormon ini mampu menyusut kandungannya sampai bisa membuat ngilu haid turut berkurang. Ngilu haid tipe ini umumnya mampu ketika menyusut bersamaan pertambahan umur atau sesudah melahirkan.

Selain hormon prostaglandin, dismenorea dapat juga berlangsung sebab ada abnormalitas skema reproduksi wanita, layaknya:

  • Endometriosis
  • Miom rahim
  • Kista atau tumor di rahim
  • Radang panggul
  • Pemakaian peralatan kontrasepsi dengan rahim (IUD)
  • Tidak sama dengan dismenorea yang normal berlangsung sebab kenaikan hormon prostaglandin, dismenorea sebab penyakit spesifik umumnya mampu berjalan semakin lama serta makin lebih buruk bersamaan pertambahan umur.

 

3. Menorrhagia

Menorrhagia ialah masalah menstruasi berbentuk keluarnya darah menstruasi terlalu berlebih atau dengan jumlah yang terlalu sering, hingga mengganggu kesibukan setiap hari. Ini termasuk juga waktu haid yang berjalan lebih dari pada menstruasi normal, yaitu lebih dari pada 5-7 hari.

Wanita dengan masalah menstruasi menorrhagia mampu alami beberapa keluh kesah di bawah ini:

  • Darah yang keluar dari vagina begitu sering, hingga harus mengubah pembalut setiap jam.
  • Harus memakai dua pembalut untuk memuat perdarahan.
  • Harus bangun untuk mengubah pembalut di waktu tidur.
  • Alami tanda-tanda anemia, contohnya lemas, pucat, atau sesak napas.
  • Keluarkan gumpalan-gumpalan darah semasa lebih satu hari.
  • Menorrhagia dapat dikarenakan oleh beberapa hal, ketika dari perkembangan skema makan, seringkali olahraga, masalah hormon, infeksi atau infeksi di vagina serta leher rahim, masalah tiroid, miom serta polip di rahim, masalah pembekuan darah, sampai kanker rahim atau kanker serviks.

 

4. Oligomenorea

Oligomenorea ialah situasi saat seorang wanita jarang-jarang sekali alami menstruasi, yaitu bila siklus menstruasinya lebih dari pada 35-90 hari atau mendapatkan haid kurang dari 8-9 kali dengan periode waktu satu tahun.

Oligomenorea seringkali dirasakan remaja yang baru masuk pubertas serta wanita yang masuk waktu menopause. Masalah menstruasi ini adalah efek dari kesibukan hormon yang tidak sedang konstan di fase-fase itu.

Selain itu, ada banyak hal-hal lain yang kemungkinan jadi pemicu oligomenorrhea, yakni:

  • Pemakaian kontrasepsi hormonal, layaknya pil KB atau KB suntik.
  • Seringkali lakukan olahraga atau kesibukan fisik berat.
  • Masalah ovulasi.
  • Penyakit spesifik, layaknya diabetes, penyakit tiroid, serta sindrom polikistik ovarium (PCOS).
  • Masalah makan, layaknya anoreksia nervosa serta bulimia.
  • Permasalahan psikologis, layaknya depresi serta stres.
  • Efek beberapa obat spesifik, layaknya antipsikotik serta antiepilepsi.

 

5. Premenstrual dysphoric disorder (PMDD)

Mendekati menstruasi, cukup banyak wanita alami ngilu atau kram perut mudah, sakit di kepala, serta keluh kesah psikologis, layaknya perkembangan mood, berasa kuatir, resah, sampai gampang emosi. Beberapa gejala yang ada dekati tiba bulan ini disebutkan dengan PMS atau premenstrual syndrome.

Tetapi bila tanda-tanda PMS yang dirasa lumayan berat sampai mengganggu kesibukan setiap hari, jadi situasi ini disebutkan PMDD. Kecuali ngilu haid yang dibarengi sakit di kepala, tanda-tanda PMDD dapat berbentuk resah, sulit tidur, makan terlalu berlebih, susah fokus, stres, berasa lemas serta tidak tambah energi, sampai ada inspirasi atau kemauan untuk bunuh diri.

Pemicu PMDD serta PMS belum tahu dengan cara tepat, tetapi disangka sebab ada abnormalitas zat kimia di otak yang mengendalikan mood. Diantara zat kimia ini ialah serotonin.

Disamping itu, ada banyak hal yang disangka ikut berperanan dengan timbulnya situasi ini, layaknya:

  • Unsur turunan
  • Berat badan yang berlebih
  • Jarang-jarang olahraga
  • Penyakit tiroid
  • Mengonsumsi alkohol serta pemakaian obat-obat terlarang

 

Untuk pastikan pemicu masalah menstruasi, dibutuhkan rangkaian kontrol oleh dokter. Kontrol ini mencakup pemeriksaan kisah menstruasi, kontrol fisik, dan tes pendukung berbentuk tes darah, sampai USG, histerosalpingografi, serta MRI.

Beberapa kontrol lain yang kemungkinan dilaksanakan untuk mendapatkan pemicu masalah menstruasi ialah pap smear, biopsi rahim, serta histeroskopi.

Perlakuan untuk tiap tipe masalah menstruasi tidak sama, bergantung di pemicunya. Oleh karenanya, Kamu dianjurkan untuk memeriksa diri ke dokter buat memperoleh perlakuan yang sesuai dengan. Perlakuan masalah menstruasi dapat berbentuk pemberian beberapa obat sampai operasi.

 

Baca juga : Gangguan Menstruasi

 

Masalah menstruasi yang berlangsung cuma kadang-kadang umumnya termasuk normal serta tidak mesti dicemaskan. Tetapi bila gejala-gejalanya seringkali ada serta telah berjalan dengan periode waktu yang lama, Kamu dianjurkan untuk selekasnya konsultasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *